have fun together
sister
Senin, 21 Mei 2012
tokoh - tokoh ekonomi dunia
1. Adam Smith, Terkenal sebagai bapak ekonomi modern. Kontribusinya ke bidang ekonomi melalui karya classical economics, modern free market, division of labor, dan invisible hand.
2. Alfred Marshall, Lahir 26 Juli 1842, di Bermondsey , London, Inggris. Meninggal tanggal 13 Juli 1942 di Cambridge Inggris. Pendiri neoclassical economics. Buku Principles of Economics ditulis oleh Alfred Marshall tahun (1890).
3. Karl Max, Dilahirkan tanggal 5 Mei 1818 dan meninggal tanggal 14 Maret 1883. Seorang filsuf Jerman, political economist, historian, political theorist, sociologist, communist, and revolutionary. Pendiri Marxism. Kontribusi dalam ekonomi modern melalui karya surplus value, alienation and exploitation of the worker, The Communist Manifesto, Das Kapital, materialist conception of history.
4. John Maynard Keynes, dilahirkan tanggal 5 Juni 1883, kontribusinya dalam ekonomi modern melalui Macroeconomics, Keynesian Economics, Liquidity preference, Spending multiplier, and Aggregate Demand-Aggregate Supply model.
5. David Ricardo , dilahirkan tanggal 19 April 1772, merupakan salah satu tokoh ekonomi klasik. Kontribusinya dalam ekonomi melalui Ricardian equivalence, labor theory of value, comparative advantage and law of diminishing returns.
6. Milton Freedman, dilahirkan tanggal 31 Juli 1912, terkenal melalui riset teoritis dan empiris khususnya tentang consumption analysis, monetary history and theory, and for his demonstration of the complexity of stabilization policy.
7. Joseph Eugene Stiglitz, Dilahirkan tanggal 9 Februari 1943. Seorang ekonom Amerika Serikat pemenang hadiah nobel di bidang ekonomi melalai kontribusi utama dalam hal Screening, Taxation, and Unemployment.
8. Thomas Robert Malthus, dilahirkan tanggal 13 Februari 1766 di Inggris. Kontribusinya dalam bidang ekonomi melalui demography, macroeconomics and evolutionary economics. Terkenal ljuga lewat ‘Malthusian growth model’.
9.Joan Violet Robinson, Dilahirkan tanggal 31 October 1903, terkenal melalui monetary economics. Karya-karyanya The Economics of Imperfect Competition (1933), An Essay on Marxian Economics (1942), Accumulation of Capital (1956)
10. Vladimir Lenin, Dilahirkan tanggal 11 April 1870 terkenal sebagai ekonom Sovet. Melalui karya Imperialism, the Highest Stage of Capitalism (1916) and The State and the Revolution (1917)
5 tokoh ekonomi klasik
1. Thales (635-545 SM)
Dalam sejarah filsafat, Thales dijuluki sebagai filsuf Yunani pertama. Keterangan tentang Thales banyak berasal dari Aristoteles. Thales berusaha menjawab pertanyaan: apa asal-usul segala sesuatu. Menurut Thales, bahan dasar dari segala sesuatu adalah air.
Dalam sejarah filsafat, Thales dijuluki sebagai filsuf Yunani pertama. Keterangan tentang Thales banyak berasal dari Aristoteles. Thales berusaha menjawab pertanyaan: apa asal-usul segala sesuatu. Menurut Thales, bahan dasar dari segala sesuatu adalah air.
2. Anaximandros (611-545 SM)
Anaximandros adalah teman sejawat Thales. Dia juga mencari jawaban atas pertanyaan sama yang menggugah Thales. Tapi menurut dia. Prinsip pertama dan utama itu tidak mungkin air seperti yang dikatakan Thales. Menurut dia, prinsip pertama dari segala benda adalah to aperion (yang brarti substandi yang tak terbatas). To aperion itu kekal dan tak dimakan usia, itulah yang merangkum seluruh jagad.
Anaximandros adalah teman sejawat Thales. Dia juga mencari jawaban atas pertanyaan sama yang menggugah Thales. Tapi menurut dia. Prinsip pertama dan utama itu tidak mungkin air seperti yang dikatakan Thales. Menurut dia, prinsip pertama dari segala benda adalah to aperion (yang brarti substandi yang tak terbatas). To aperion itu kekal dan tak dimakan usia, itulah yang merangkum seluruh jagad.
3. Anaximenes (588-524 SM)
Menurut Anaximenes, prinsip dasar segala sesuatu adalah udara. Udara adalah prinsip kehidupan. “sebagaimana halnya jiwa kita, yakni udara, mempersatukan kita, demikian juga nafas dan udara merangkul seluruh dunia,” kata anximenes. Jadi, udara adalah prinsip dasar (Urstoff) dari dunia.
Menurut Anaximenes, prinsip dasar segala sesuatu adalah udara. Udara adalah prinsip kehidupan. “sebagaimana halnya jiwa kita, yakni udara, mempersatukan kita, demikian juga nafas dan udara merangkul seluruh dunia,” kata anximenes. Jadi, udara adalah prinsip dasar (Urstoff) dari dunia.
4. Pythagoras (580-500 SM)
Pythagoras mendirikan sebuah tarekat keagamaan di Kroton, Italia Selatan. Pythaghoras dijuluki “pemimpin dan Bapak Filsafat Ilahi”. Pythagoras mengajarkan bahwa jiwa itu kekal, dan dapat berpindah-pindah. Sesudah kematian, jiwa berpindah kepada hewan, dan begitu seterusnya. Menurutnya prinsip dari segala-galanya adalah matematika, semua benda dapat dihitung dengan angka, dan kita dapat mengekspresikan banyak hal dengan angka-angka.
Pythagoras mendirikan sebuah tarekat keagamaan di Kroton, Italia Selatan. Pythaghoras dijuluki “pemimpin dan Bapak Filsafat Ilahi”. Pythagoras mengajarkan bahwa jiwa itu kekal, dan dapat berpindah-pindah. Sesudah kematian, jiwa berpindah kepada hewan, dan begitu seterusnya. Menurutnya prinsip dari segala-galanya adalah matematika, semua benda dapat dihitung dengan angka, dan kita dapat mengekspresikan banyak hal dengan angka-angka.
5. Xenophanes (570-480 SM)
Xenophanes bukan filsuf, tetapi seorang pemikir yang kritis. Xenophanes menolak anthropomorfisme allah-allah. Ia berpendapat bahwa Allah bersifat kekal. Dia menolak anggapan bahwa Allah dilahirkan. Maka dapat disimpulkan bahwa menurut dia, Allah tidak memiliki permulaan.
Xenophanes bukan filsuf, tetapi seorang pemikir yang kritis. Xenophanes menolak anthropomorfisme allah-allah. Ia berpendapat bahwa Allah bersifat kekal. Dia menolak anggapan bahwa Allah dilahirkan. Maka dapat disimpulkan bahwa menurut dia, Allah tidak memiliki permulaan.
6. Herocleitos (540-475 SM)
Ia memandang rendah orang-orang kebanyakan. Bahkan orang-orang ternama masa sebelumnya, tidak dihargainya. Di bidang agama, ia tidak menghargai misteri-misteri. Ia mengajarkan pandangan panteistik tentang Allah. Ajarannya dikenal dengan panta rei. Artinya, segala sesuatu mengalir.
Ia memandang rendah orang-orang kebanyakan. Bahkan orang-orang ternama masa sebelumnya, tidak dihargainya. Di bidang agama, ia tidak menghargai misteri-misteri. Ia mengajarkan pandangan panteistik tentang Allah. Ajarannya dikenal dengan panta rei. Artinya, segala sesuatu mengalir.
7. Pamenides dan Melissus (451-449)
Parmenides inilah yang pertama-tama berfilsafat tentang “yang ada”. Dia memperkenalkan metafisika. Inti ajarannya adalah: Being, the One, is, and that becoming, change, is illusion. Pluralitas adalah ilusi.
Parmenides inilah yang pertama-tama berfilsafat tentang “yang ada”. Dia memperkenalkan metafisika. Inti ajarannya adalah: Being, the One, is, and that becoming, change, is illusion. Pluralitas adalah ilusi.
8. Zeno (490-?
Zeno adalah murid Parmenides. Dia memberikan sejumlah argumen brilian untuk membuktikan bahwa tidak mungkin ada gerak, misalnya teka-teki Achilles dan kura-kura.
Zeno adalah murid Parmenides. Dia memberikan sejumlah argumen brilian untuk membuktikan bahwa tidak mungkin ada gerak, misalnya teka-teki Achilles dan kura-kura.
9. Empodocles
Empodocles seperti Parmenides, mengajarkan bahwa materi tidak punya awal dan akhir. Materi tidak dapat binasa. Menurut dia, unsur dasar dari segala-galanya adalah tanah, udara, api dan air. Keempat benda itu tidak dapat saling dipertukarkan. Ia juga mengajarkan tentang perpindahan jiwa. Dia sendiri mengatakan bahwa di waktu lampau, dia sendiri adalah anak laki-laki, anak perempuan, tumbuhan, burung dan ikan.
Empodocles seperti Parmenides, mengajarkan bahwa materi tidak punya awal dan akhir. Materi tidak dapat binasa. Menurut dia, unsur dasar dari segala-galanya adalah tanah, udara, api dan air. Keempat benda itu tidak dapat saling dipertukarkan. Ia juga mengajarkan tentang perpindahan jiwa. Dia sendiri mengatakan bahwa di waktu lampau, dia sendiri adalah anak laki-laki, anak perempuan, tumbuhan, burung dan ikan.
10. Anaxagoras (500-420 SM)
Sumbangan paling penting Anaxigoras bagi filsafat adalah teorinya tentang rasio (nous). Jika Empodocles mengajarkan bahwa gerakan di jagad raya disebabkan oleh kekuatan fisik cinta dan kebencian, maka Anaxigoras mengatakan bahwa gerakan disebabkan oleh rasio. “Nous memiliki kekuasaan atas segala sesuatu yang memiliki hidup, baik besar maupun kecil”.
Sumbangan paling penting Anaxigoras bagi filsafat adalah teorinya tentang rasio (nous). Jika Empodocles mengajarkan bahwa gerakan di jagad raya disebabkan oleh kekuatan fisik cinta dan kebencian, maka Anaxigoras mengatakan bahwa gerakan disebabkan oleh rasio. “Nous memiliki kekuasaan atas segala sesuatu yang memiliki hidup, baik besar maupun kecil”.
Langganan:
Postingan (Atom)